Pemutaran Film KvsK di Bekasi Menjadi Agenda Intelektual

| 19 June 2012 | 0 Comments

 

Pemutaran film Kita versus Korupsi (KvsK) yang bertempat di Studio XXI Mega Bekasi, Jl. Jend. Ahmad Yani, Bekasi, diselenggarakan dalam rangka sosialisasi pemberantasan korupsi. Sebanyak 100 lebih penonton hadir diantaranya, Rony Hermawan, Ketua Komisi B DPRD, anak-anak sekolahan, guru, anggota dari polres Kota Bekasi, KPJ ( Kelompok Pengamen Jalanan), para Sastra Kalimalang  dan tokoh masyarakat Bekasi .

Andrie Syahnila Putra, yang akrab dipanggil dengan sebutan nama Bang Ane, yang sekaligus Ketua Sastra Kalimalang menurutnya, pemberantasan korupsi hanya bisa dilakukan dengan tiga metode. Pertama, secara intelektual atau mindset. Kedua, management system diantaranya melalui regulasi dan agenda aksi. Dan ketiga, secara behavior atau tingkah laku terutama di kalangan para leader (pemimpin). Tontonan ini bukan hanya diputar dibioskop-bioskop saja melainkan ada wacana atau forum-forum diskusi untuk menjelaskanya.

“Pemutaran film ini menurut saya adalah bagian dari agenda intelektual. Film merupakan metode baru dalam kegiatan melawan korupsi dan agar pemahaman-pemahaman  bisa dijadikan wacana diskusi-diskusi di lain hari,” jelasnya.

Ia berharap, melalui pemutaran ini bisa menjadi sebuah upaya mengajak semua penonton menjadi warga dan pejabat yang konsisten serta mencegah agar tidak terjadinya tindak korupsi. Dan kedepannya menurut saya bukan hanya film tetapi ada seni lain yang bisa menerjemahkan korupsi ini dalam kreatifitas. “Film ini untuk kita dan untuk semua generasi untuk menuju Indonesia  lebih baik,” jelas Ane.

Sumber: KabarBekasi.com

Category: Sorot

About the Author (Author Profile)

Leave a Reply