BPMIGAS Dukung Indonesia Bersih dari Korupsi

| 10 May 2012 | 0 Comments

 

 

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) menegaskan komitmennya sebagai badan hukum yang transparan dan bebas korupsi. Salah satu upaya yang dilakukan melalui kegiatan nonton bareng film Kita versus Korupsi (KvsK) di Epicentrum XXI Kuningan, Jakarta, Selasa (18/5) lalu.

Setidaknya 650 orang hadir dalam acara ini, diantaranya para jajaran direksi dan karyawan BPMIGAS, perwakilan  Transparency International (TI) Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kalangan media.

Dalam sambutannya, Priyono mengharapkan BPMIGAS dapat mengikuti langkah-langkah KPK untuk membuat negara ini bersih dari korupsi. “Oleh sebab itu, BPMIGAS sangat menghargai kerjasama dengan KPK dalam penayangan film ini agar perusahaan ini menjadi suatu badan hukum yang transparan dan bisa mencegah korupsi di internal kami,”ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Priyono sekaligus mengungkapkan bahwa semua pegawai BPMIGAS sudah melaporkan kekayaannya kepada KPK baik ditingkat pimpinan maupun staf.

Selain menyinggung soal korupsi, ia juga menjelaskan BPMIGAS bukan BUMN yang punya kemungkinan untung-rugi. Tanggung-jawab yang diemban hanya satu yaitu bagaimana menguntungkan negara. Sehingga dalam kegiatan operasionalnya, perusahaan ini tidak akan membuat transaksi-transaksi yang merugikan negara.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal TII Teten Masduki lebih menyorot tentang materi film KvsK. “Saya berharap film KvsK dapat diputar pada tanggal 17 Agustus nanti di stasiun televisi menggantikan film G30S-PKI beberapa tahun silam,”ungkapnya. Hal ini menurutnya karena materi yang diangkat merupakan nilai-nilai kekinian dalam rumah, sekolah dan lingkungan yang dibungkus dalam budaya popular yang mudah dipahami.

Usai pemutaran film, seorang staf Subdinas Komunikasi Humas dan Hubungan Kelembagaan BPMIGAS mengungkapkan kesannya bahwa film KvsK dapat memotret masalah korupsi lebih makro. Hal ini karena selama ini yang menjadi sasaran tembak sebagai tertuduh adalah pemerintah. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari semua bisa melakuka tindakan korupsi.

“Dalam film ini kita bisa melihat bahwa there is something wrong with our culture dan itu tidak hanya di pemerintahan,”terangnya.

Acara nonton bersama film KvsK selesai pukul 19.30 dan diikuti dengan jamuan makan malam. (AS/RSD)

 

Category: Sorot

About the Author (Author Profile)

Leave a Reply